Langsung ke konten utama

Selama Kamu berada pada ManhajNya...

Siapa diantara kita yang tak ingin hidup bahagia yang padanya ada keselamatan, ada ridha, ada ketenangan, ada rasa percaya kepada Allah Ta’ala. Siapa diantara kita yang tak ingin selamat dari rasa takut, dijauhkan dari kegelisahan, dihilangkan kepedihan. 

Sungguh saat Allah Ta’ala menciptakan kita Allah juga telah merancang manhaj untuk kita dalam kehidupan yang fana ini, firman Allah Ta’ala:

…maka barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” Al-Baqoroh:38
“… maka ketahuilah barang siapa yang mengikutiKu, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” Toha:123

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dab bergembiralah kamu dengan memeperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu.” Fushshilat:30

Selama kamu dalam manhaj Ilahi, maka kamu tak akan merasa takut dan tak akan bersedih hati.
Firman Allah Ta’ala: “Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjukk kepada orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan, dan dengan Kitab itu pula Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izinNya dan menunjukkan ke jalan yang lurus.” Al-Maidah:16

Ketika kita melaksankan apa-apa yang Allah ridhai Allah SWT, Allah pun akan menunjuki kita dengan manhajNya kepada jalan keselamatan; keselamatan saat dirumah, pada kesehatan, keturunan, pekerjaan, pada apa-apa yang telah berlalu, masa sekarang dan yang akan datang, dan keselamatan pada semua umur kita. 

Selama kamu dalam keta’atan kepada Allah selama itu pula kamu berada dalam naungan Allah SWT. Allah SWT memiliki manhaj dimuka bumi ini dan Allah telah mensyari’atkan kepada kita syari’at, maka selama kita menjalankan syari’at Allah kita semua berada dalam keselamatan; di dunia dan akhirat kelak. Dan  percayalah selalu ada kebaikan untuk kita pada semua perintah dan larangan Allah Ta'ala

Dari Abu ‘Amroh Sufyan bin ‘Abdullah ra, ia berkata: Aku telah berkata: “Wahai Rasulallah SAW, katakanlah kepadaku tentang islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakannya kepada seorang pun kecuali kepadamu.” Bersabdalah Rasulallah SAW: “Katakanlah! Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah kamu.” HR.Muslim no.38

Maka istiqamah lah dijalanNya

"Wahai Zat Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati-hati kami pada agamaMu dan dalam keta'atan kepadaMu"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seruan yang Menghidupkan: QS:Al-Anfal:24

"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan." Al-Anfal:24 Jalan kebahagiaan yang abadi adalah ketika manusia memenuhi seruan Allah dan RasulNya. "Wahai orang-orang yang beriman..." Allah ulang kembali seruan kepada orang-orang yang beriman setelah sebelumnya Allah serukan diayat 20. Sebagai isyarat bahwa iman itu menghendaki adanya amal perbuatan serta bersegera memenuhi apa yang datang setelah iman tersebut; perintah-perintah dan larangan. Mendorong mereka untuk mematuhi dan melarang mereka untuk berpaling.  Karena iman bukanlah dengan angan-angan atau sebagai penghias bibir saja. Tapi ia adalah yang tertancap kuat dalam hati dan dibenarkan oleh amal perbuatan.  Tambahan huruf ا س ت pada kata استجيبوا  mengandung makna melakukannya dengan sungguh...

Mendidik Generasi Qur'ani

Melihat banyaknya pesantren-pesantren di tanah air yang akhir-akhir ini mengadakan studi tour keluar negri khususnya negri timur untuk mengambil sanad tahfiz dan tahsin Qur'an menimbulkan sedikit banyaknya rasa sedih sekaligus khawatir akan ini semua. Tidak ada yang salah dengan program ini. Namun, siapapun pihak yang mengadakan ini terkhususnya sebagai orang tua yang ingin mendidik anak-anaknya menjadi generasi Qurani, mestilah tau dan paham bagaimana langkah-langkahnya dalam mendidik. Mendidik generasi Qurani tidak cukup hanya dengan bermodalkan uang banyak. Tidak cukup dengan hanya mengirimkan anaknya sebulan dua bulan ke luar negri, sebut saja Mesir salah satu contohnya. Tidak salah mengirimkan anak untuk belajar Qur'an langsung ke Mesir, namun ada tahapannya. Tahapan inilah yang banyak terlupakan oleh orang tua. Yang pertama kali mesti dilakukan orang tua dalam mendidik anak-anak agar menjadi generasi Qurani adalah menyandarkan diri kepada Allah dan memahami bahwa anak ...

Sekilas tentang Kehidupan Rumah Tangga

Udah lama banget ga nge-blog, sekalinya nge-blog langsung nulis tentang ini. Tulisan ini terinspirasi dari ftv tadi pagi. Kebetulan lagi nyetrika dan udah lama juga ga nonton dan emang tumben banget siarannya berhikmah, hahah.  Jadi tu hikmah yang aku dapet tadi ayah si gadis bilang, "Ngebangun rumah tangga itu ga kayak ngebangun perusahaan (si anak lagi kerja di sebuha perusahaan). Di perusahaan kalo ada yang ga disukai kita bisa dengan mudah ganti dengan yang lain, tidak dengan rumah tangga."   (Ga pernah seserius ini aku nonton ftv wkkwwk) Auto mikir, iya juga ya. Ya namanya hidup bersama ga suka itu pasti akan ada, gesekan-gesekan pasti akan datang, ga selamanya hubungan itu mulus. Ini yang pertama Yang kedua, kata bapak penjual bubur, " dalam kehidupan rumah tangga itu suami dan istri harus saling membantu dalam menyelesaikan tugas di rumah dan tugas-tugas lainnya. Kalo ibuk lagi ga bisa ngurus anak ya bapak yang gantiin. Pun begitu dengan tugas yang lainnya. Yang m...